tanganku terlalu kaku
hatiku terlalu lembab
tak kuasa untuk melembut
tak sanggup untuk menghangat
bibirku sulit merekah
jantungku lemah berdetak
hanya sakit yang kau terima
dan menatap hanya aku
bukan sekarang waktunya
luka belum terawat
jiwa mengembara mencari
harap jawab menyembuhkan
bukan sekarang waktunya
menanti tak terlihat ujung
berjalanlah, lihatlah terang
sampai kau dapat satu pelita
Ku cari lentera tuk jiwa
menerangi yang tak terlihat
mungkin suatu saat
lentera jadi pelita
sekarang menarilah...
mainkan derapmu mengencang
jadilah angin, jadilah air
mengalir, bergolak, dan hiduplah
Aku tersenyum... dan kau tertawa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kesepian di Masa Kuncitara
Indonesia, atau tepatnya Jakarta saat ini sedang berusaha untuk menanggulangi tingkat kasus terpapar Covid19 yang semakin meningkat. Upaya u...
-
Sudah seminggu ini gw 'jauh' dari internet... kali ini alasannya bukan sibuk, tapi lagi on vacation... caeelah hehe..! Last Friday, ...
-
Kemarin pagi begitu sampai di parkiran gereja, tiba-tiba petunjuk indikator menyala semua. "Ada apa ini?" Saya buka kap mesin tap...
-
Terakhir ini aku banyak merasa.. tersentuh dalam banyak rasa. Rasa indah, pahit, gemar, sakit. Rasa yang bermain, rasa yang melenggok, menar...
2 comments:
ayo, kamu juga harus bernafas, bernyanyi, dan hidup!
CIA YO MY FRIEND!!!
rada mellow
Post a Comment