
Sejak novelnya terbit, The Davinci Code sudah membuat heboh dunia, khususnya kaum kristiani dan katolik. Novel karangan Dan Brown yang sudah terjual sebanyak 40 juta copy ke seluruh dunia ini mengangkat perdebatan mengenai Yesus.
Sekarang filmnya yang diperani oleh Tom Hanks sudah memasuki theater2 di seluruh dunia.
Saya memang belum membaca novelnya, tetapi filmnya baru saya tonton minggu ini... Sebelum menonton saya belum tahu sama sekali apa isi film ini, tetapi saya siap-siap diri saja; dan yang saya tahu ini adalah suatu kisah fiksi yang memberanikan diri
untuk mengangkat topik theology, archeology dan sejarah gereja.
Selesai dari gedung bioskop, saya mengacungkan jempol untuk Mr. Dan Brown akan keberaniannya mengutak-atik kehidupan Kristus dengan memaparkan beberapa fakta sejarah dan theology.
Terus terang, kisah Davinci Code ini sedikit banyak membuat saya berpikir; mencoba mengeluarkan kembali 'informasi' yang saya ketahui dalam otak saya dan membandingkan dengan fakta yang ditawarkan oleh film ini mengenai Yesus.
Namun saya berpikir juga, juga orang yang menonton film ini tidak mengetahui fakta kebenaran yang sebenarnya, mungkin mereka akan mentah-mentah menelan "kebenaran" dari cerita fiksi Dan Brown.
Hari ini, dari Ibadah di gereja, saya mendapatkan kembali informasi mengenai kebenaran yang sesungguhnya yang berusaha diputarbalikan oleh Dan Brown. Mr. Brown mengklaim bahwa novel fiksi ini ditulis berdasarkan fakta. Tetapi ahli apologetika, ahli sejarah, cendikiawan religius, dan ahli seni banyak menyatakan ketidaksetujuannya.
Seorang dari kalangan akademik berpendapat, "Yang saya tahu buku ini (The Davinci Code) hanyalah buku yang setelah dibaca akan membuat Anda lebih bodoh dari waktu sebelum Anda membaca buku ini"
Tidak ada catatan kaki (footnotes) dalam buku ini (ini novel, tentu saja kamu tidak mengharapkan catatan kaki dari buku novel.. karena itu disebut fiksi). Dan kebenaran sejarahnya tidak dapat dipercaya; salah satu contoh adalah, Mr. Brown menyebutkan tanggal yang salah untuk tanggal ditemukannya Dead Sea Scrolls pada bukunya.
Jadi kita boleh saja menikmati buku atau film The Davinci Code ini, dengan satu sikap: kita dapat membedakan mana fakta dan mana fiksi. Bagi teman-teman yang non kristiani, mungkin sesuatu yang menarik juga untuk melihat bagaimana dalamnya bukti sejarah dan seni yang mendukung kepercayaan iman kristen, dan bagaimana 'pintar'nya Dan Brown memanipulasi menjadi suatu sajian yang 'seru' dan 'menarik'. Paling tidak dia berhasil membuat bukunya jadi perdebatan dunia sekarang... :) Good job untuk bagian itu Mr. Brown.
Semoga Anda tidak menjadi terlalu bingung, kalau masih tertarik, silakan baca di posting berikutnya mengenai: FAKTA ATAU FIKSI ?
No comments:
Post a Comment