Sunday, March 05, 2006

The Grief (Versi Indonesia)

Hari ini, saya merasa tertegur oleh khotbah Pdt. Ryan, saya mau bagi-in buat temen-temen. Khotbahnya di ambil dari 2 Cor 7:1-13 tentang dukacita dari dunia dan dukacita dari Allah

Berikut ini, sedikit ringkasan khotbahnya :

Dukacita dari dunia: Dukacita yang timbul akbat kita tidak berhasil memperoleh apa yang dunia tawarkan; dukacita karena kita kehilangan sesuatu dari dunia: kehilangan pujian dari dunia, kehilangan kasih dari orang lain (dari keluarga atau teman)

Dukacita dari Allah
: dukacita yang timbul akibat kehilangan harta yang berharga, yaitu Pengenalan akan Allah, karena dosa memisahkan kita dari Allah.

Dukacita dari dunia dan dukacita dari Allah mempunya buah2 yang berbeda:

(ayat 10)
Dukacita dari dunia, jelas sekali menghasilkan kematian
tetapi dukacita dari Allah menghasilkan pertobatan tanpa penyesalan.
Pertobatan yang membuahkan perubahan pikiran "Saya telah berbuat salah, Tuhan yang benar"
Pertobatan itu tidak hanya membuahkan perubahan pikiran, tetapi juga mendorong kita untuk berubah - kemauan atau kehendak untuk menjadi bersih. Pertobatan tanpa penyesalan.

Hati-hati terhadap "pertobatan semu" yang menghasilkan penyesalan:
* Pertobatan semu, saat kita menyesal karena waktu kita berdosa, kita tidak bisa menegur orang lain yang berdosa.
* Pertobatan semu yang membawa kematian, seperti yang dilakukan Yudas Iskariot(Mat 27:1-5): pertobatan ini juga menghasilkan penyesalan dan perubahan pikiran, tetapi dukacita yang dihasilkan tidak membawa harapan, melainkan membuat seseorang putus asa dan menghasilkan kematian (Yudas gantung diri).

Pertobatan yang sejati seharusnya menghasilkan pengharapan. Seperti contoh pada Daud, Daud mengakui dosanya, tetapi dia juga tahu bahwa Allah mengampuni , bahwa Tuhan telah mati bagi dosa-dosa kita - kita mendapatkan pengharapan di dalam Tuhan. Pertobatan sejati memimpin kita kepada Allah, kepada salib, kepada penebusan dan keselamatan - TIDAK ADA PENYESALAN.

Kita tidak akan menyesali apapun ketika kita bertobat. (Meskipun kita harus mengakui dosa kita kepada keluarga ataupun orang percaya yang lain), saat kemuliaan Allah bersinar atas kita, Dia akam memberikan keselamatan - buah yang membawa kepada kekekalan... Sungguh-sungguh TIDAK ADA PENYESALAN.


--------------

I admit that I experience both of griefs, but i think often I grief because of something that I can get from the world. I grief because I feel my family doesn't love me enuf, I grief while I don't get appropriate response from friends.
And mostly I feel that my repentance has not enough, I keep dragged by the sin, and the repentance can't move me to rise and win from sin.
Today, God told me His message... and I was really strucked; I wanna re-commit; and only by God's strength - teach me to repent in your way... godly grief... because I don't want to loose you, God, I don't want to loose the precious fellowship with You. Hold me dear God. Amen.

No comments:

Kesepian di Masa Kuncitara

Indonesia, atau tepatnya Jakarta saat ini sedang berusaha untuk menanggulangi tingkat kasus terpapar Covid19 yang semakin meningkat. Upaya u...