Wednesday, March 22, 2017

After Match

Aku memandang layar laptopku dengan pandangan kosong. Sulit untuk melakukan pekerjaan hari ini; pikiranku seperti mesin cetak jaman dulu yang terus berputar menghasilkan artikel yang sama. Perselisihan dengan Ken yang baru terjadi semalam terus berkecamuk dalam pikiran.

"Huuuufftt..." aku menghela nafas seakan bisa melapangkan apa yang ada di dada. Hati kecilku berbicara "Sudahlah.... let it go, lebih baik fokus dengan hal yang lain..." Tapi hal itu sudah kucoba lakukan seharian ini... hasilnya nihil.

Akhirnya aku menyerah! Aku membuka word document. Huruf demi huruf terhujam lewat hentakan jari di atas keyboard menumpahkan segala kekesalan hati dan kegundahan. Sekaligus membantukku berpikir ulang episode demi episode yang terjadi semalam di dalam benak ini. Mencoba menangkap bagaimana hasil akhir kisah ini..... happy ending kah? atau tamat dengan tragis.....?

Aku sadar tidak ada cara menjawab pertanyaanku itu selain menjalaninya dengan lapang dada dan bersikap jujur dengan diri sendiri. Apapun yang terjadi... bukan lagi tanggung jawabku; karena aku tidak memegang kendali dari apa yang akan terjadi. "It's not me who holds tomorrow!" bisikku dalam hati.

Jarum detik di jam tanganku serasa berjalan lebih lambat.... atau lebih cepat?

"Huufffftt....," kembali aku menghela nafas.... memejamkan mata, mencoba membayangkan cahaya, mengucap doa dan berharap yang terbaik.

Ya, saya siap menulis lanjutan kisah ini; apa pun yang terjadi, aku akan hadapi dengan berani dan mengingat bahwa aku punya harapan dan niat yang baik. Semoga Tuhan mendengar bisikan hati ini. 

No comments:

Kesepian di Masa Kuncitara

Indonesia, atau tepatnya Jakarta saat ini sedang berusaha untuk menanggulangi tingkat kasus terpapar Covid19 yang semakin meningkat. Upaya u...