Dalam dua bulan terakhir ini saya mendapatkan berita-berita kematian baik dari orang yang saya kenal maupun public figure yang cukup mengagetkan. Saya tidak akan menceritakan peristiwa duka tersebut disini; cukup sudah air mata yang terurai saat mendenger berita-berita "surprise" tersebut.
Namun diri ini terpaku sejenak melihat bahwa hidup itu begitu singkat. Mereka yang sudah terlebih dahulu dipanggil Tuhan berusia cukup muda dan serasa tidak pantas untuk menemui maut secepat itu. Terpikir dalam benak, "Kapankah waktuku? Sudahkah aku menjalankan hidup ini dengan usaha terbaik agar dapat kupertanggung jawabkan kelak dihadapan Sang Pencipta?"
Suatu pertanyaan yang sulit kujawab, karena sadar atau tidak banyak penyesalan-penyesalan akan apa yang sudah terjadi di dalam hidupku ini. Fakta dan kejadian yang tidak mungkin diulang yang mungkin seharusnya di coret dari buku kehidupanku.
Yang kupunya adalah lembaran hari esok, kemana kaki ini akan melangkah dan tangan ini akan menggurat cerita-cerita kehidupan berikutnya. Yang pasti hidup ini bukan mengejar prestasi atau mengejar impian semata; tetapi mengejar arti dan kebenaran sejati Sang Pencipta. Mudah ditulis tapi tak semudah menerapkannya.
Biarlah pertanyaan ini terus bergulir di benak dan hati ini, agar ada pengingat bahwa detak dan detik ini suatu saat akan mencapai akhir. Bila itu tiba, maka aku ingin bisa berkata, "Sudah ku akhiri perjuanganku dengan usaha sebaik-baiknya."
Tuesday, September 06, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kesepian di Masa Kuncitara
Indonesia, atau tepatnya Jakarta saat ini sedang berusaha untuk menanggulangi tingkat kasus terpapar Covid19 yang semakin meningkat. Upaya u...
-
Sudah seminggu ini gw 'jauh' dari internet... kali ini alasannya bukan sibuk, tapi lagi on vacation... caeelah hehe..! Last Friday, ...
-
Kemarin pagi begitu sampai di parkiran gereja, tiba-tiba petunjuk indikator menyala semua. "Ada apa ini?" Saya buka kap mesin tap...
-
Terakhir ini aku banyak merasa.. tersentuh dalam banyak rasa. Rasa indah, pahit, gemar, sakit. Rasa yang bermain, rasa yang melenggok, menar...
No comments:
Post a Comment