Perjalanan dari Jakarta menuju Jordan dan transit di Abu Dhabi berjalan lancar. Abu Dhabi airport bagus tetapi tidak sebagus Changi Airport.
Trip kali ini bersama dengan group gereja yang saya belum kenal. Jadi sangat senang bertemu teman baru.
Sampai di AylaAirport Jordania sekitar pukul 1 siang dengan keadaan lelah, jetlag tapi semangat. Keluar dari pesawat langsung terasa udaranya seperti "berpasir" maklum saya sangat sensitif dengan debu. Ya.. Kenyataannya saya berada di suatu area padang pasir yang sangat kering dan panas.
Trip pertama adalah ke Mt Nebo tempat dimana Allah menunjukkan kepada Musa tanah Kanaan yang akan dimasuki bangsa Israel tetapi Musa sendiri tidak diizinkan masuk dan akhirnya Musa meninggal di gunung itu dalam usia 120 tahun.
Berada di Mt Nebo di siang hari yang terik dan panas. Terbayang betapa perjalanan orang Israel ke tanah perjanjian begitu berat. Itulah mengapa hanya tangan Allah yang mampu menghantar mereka. Tiang awan di siang hari meneduhkan dan tiang api di malam hari menghangatkan.
Allah adalah setia, walaupun Musa tidak dapat masuk ke tanah perjanjian tetapi imannya dikuatkan.
Perjalanan lanjut ke tempat terendah di muka bumi, yaitu laut mati atau dead sea. Konon kandungan garam di laut ini 30% dan tidak ada kehidupan didalamnya. Namun mineral laut mati sangat baik untuk kulit dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Dapat mengapung di laut mati dan luluran dengan lumpur laut mati adalah hal yang menyenangkan. Tuhan Maha Besar.
No comments:
Post a Comment