Thursday, June 19, 2008

New Orleans - rebuild the wall

Kemarin daku baru kembali dari SBC music conference yang diadakan di New Orleans.
Yup, New Orleans yang dua tahun lalu terkena musibah katrina yang hampir menenggelamkan kota tersebut.
Sisa-sisa keganasan katrina masih terasa dan terlihat sih..., walaupun sebagian besar fasilitas di downtown kota New Orleans (NO) sudah dibangun kembali, tetapi masih ada gedung2 atau rumah yang ditinggalkan pemiliknya yang pasrah, karena tidak kuat dengan trauma musibah, sehingga hengkang dari kota tersebut. Atau karena sudah kehabisan dana dan benar2 bangkrut dan jatuh miskin. Sedih yaa....


* Tiang lampu yang bengkok, sisa peninggalan waktu Katrina *

Tadi sempat ada pembicaraan dengan temanku yang sudah lama tinggal di Amrik. Katanya NO itu emang kota yang 'jahanam'. Loooh koook ?!!?
Iya, pertama, katanya, kota itu tuh terkenal dengan mistik "voodoo" nya karena ternyata cukup banyak kaum Afrika disana. Jadi kalau tidak suka sama seseorang, tinggal bikin boneka tanah liat, dan tancep pake jarum ... iiih serem yaa.
Lalu yang kedua adalah kota ini "sodom dan gomorah" modern. Iya sih... setelah turun dari airport, and naik shuttle menuju hotel; aku terperanjat (cieeekh bahasanyeee) melihat banyak sekali billboard "hustler"; itu tuh, billboard yang mempromosikan jasa "perempuan" dengan gambar miss miss bule berpakaian minim. Alamaaaaak! Ternyata NO terkenal juga dengan bisnis perempuannya. Menurut teman ku juga ini katanya Mardi Grass sering diadakan disana.

Hmm...; jadi apakah Katrina yang kemarin dulu itu semacam 'hukuman' dari Tuhan untuk 'membersihkan' kota tersebut dan menyadarkan para manusia. Tidak tahu; saya tidak berani menghakimi.

Eniweiii... selain berkesempatan untuk mengenal New Orleans lebih dekat - melihat tata kota yang unik karena ada pengaruh dari French. Daku juga bersyukur atas kesempatan ikut music conference ini. Ini kali pertama daku ikut conference yang diadakan oleh organisasi Baptist; formatnya cukup beda, dan ternyata goal nya juga specific.


* Missisipi All State Youth Choir - 120 youth that sing for the Lord *

Di conference ini, cukup banyak performances dari berbagai style and kalangan music: New Orleans choir, Shade of Praise (mix bule dan negro) yg membawakan jazzy (khasnya New orleans) tune, Missisipi All-state youth choir, performance drama2 pendek, Sacred Wind performance yang keren banget!


* Sacred Wind, the "heart melting" performance *

Dari conference ini, gw diingatkan bhw Tuhan mengaruniakan berbeda-beda talenta dan skill pada manusia. Orang-orang tersebut sudah berkarya dengan maksimal untuk memberikan yang terbaik untuk Sang Pencipta - daku terkesima melihat begitu 'lihai' nya orang-orang tersebut.
Lalu datanglah saat reflektif, "Tuhan, apa yang kau inginkan dari aku? Ketrampilanku tidak ada apa-apanya dibanding dengan orang2 tersebut; tetapi memang Tuhan sudah begitu baik memberikan daku skills and talents yang ada sekarang, kesempatan untuk menuntut ilmu di negeri susu dan keju ini. Tetapi terus terang daku belum punya visi yang jelas tentang apa yang akan terjadi kelak."
Yup, tetapi paling tidak, NO membuka mataku bahwa sekarang daku sedang dalam masa "40 tahun dipadang gurun" untuk dipersiapkan oleh si Gembala yang baik. Yang pasti mataku tidak boleh meleng, harus tetep disetel untuk melihat ke 'jalan' sehingga tidak melenceng.

Yup, New Orleans telah kembali mengingatkan daku untuk memancangkan kembali fondasi untuk mendirikan "istana" bagi kerajaanNya.

No comments:

Kesepian di Masa Kuncitara

Indonesia, atau tepatnya Jakarta saat ini sedang berusaha untuk menanggulangi tingkat kasus terpapar Covid19 yang semakin meningkat. Upaya u...