Saturday, July 22, 2006

Surat untuk Tuhan


Tuhan,

satu lagi hati yang terluka, batin yang terbeban, hilang asa dan sesak nafas...
jendela berjelaga, tak tampak keluar entah bayang hitam pekat atau sore menguning
bahu terkulai saat cemeti membentak hebat menggores pedih, hilang asa dan sesak nafas

ada tangan-tangan mengais tanah mencari akar dan tunas
siapa tahu daun kan tumbuh sebelum mentari terik menerang
menadah embun pagi harap terasa segar sebelum hujan deras mengentas

Tuhan,

Engkau gembala yang baik - kami tak akan kekurangan
gembalakan kami - bawa kami ke padang hijau - hantar kami ke tepi sungaiMu
musuh menghadang, kami takut, kami gentar -
perisai dan tombak ksatria bintang yang bangkit dari kubur; lindungi, kami memohon

maaf dan ampun kami haturkan - kekhilafan dan kesombongan kami
cobaan membawa kami mengenalMu lebih karib - Tuhan, sahabat, pahlawan dan penolong.

kami tersungkur - kami percaya -

* for DSJ and family *

1 comment:

Anonymous said...

keep strong, my friend :)

Kesepian di Masa Kuncitara

Indonesia, atau tepatnya Jakarta saat ini sedang berusaha untuk menanggulangi tingkat kasus terpapar Covid19 yang semakin meningkat. Upaya u...